Cara Mengolah Buah Mengkudu dan Beragam Manfaatnya

Cara Mengolah Buah Mengkudu – Anda pasti sudah tahu bahwa buah memang memiliki berbagai manfaat hebat yang bisa membantu tubuh selalu sehat. Bahkan, konsumsi buah secara teratur mampu mengatasi dan mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit kronis seperti tumor dan kanker sekalipun. Apalagi, buah memiliki rasa yang lezat sehingga makin nikmat untuk disantap.

cara mengolah buah mengkudu

Hanya saja, rupanya tak semua buah punya rasa yang dianggap lezat oleh masyarakat. Karena itu, buah-buah yang seperti ini cenderung dihindari, padahal bisa jadi manfaatnya justru yang paling luar biasa dibandingkan beragam jenis buah populer lainnya. Contohnya buah mengkudu.

Apabila Anda adalah salah satu orang yang menghindari buah mengkudu, Anda barangkali tahu apa alasannya. Ya, buah yang satu ini dianggap memiliki rasa yang jauh dari kata enak. Belum lagi, buah mengkudu juga memiliki aroma khas yang terasa begitu kuat atau menyengat.

Khasiat Mengkudu

Padahal, jenis buah yang satu ini punya khasiat yang tak kalah ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh, lho! Salah satu manfaat buah mengkudu adalah untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil. Karena itu, mereka yang menderita tekanan darah tinggi maupun rendah sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah mengkudu.

manfaat buah mengkudu

Di samping itu, buah mengkudu juga sangat bermanfaat untuk membantu melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh, punya sifat anti radang (anti inflamasi), mengatasi darah tinggi, dan sebagainya. Karena itu, tak ada salahnya bagi Anda untuk segera mulai mengonsumsi buah mengkudu secara teratur demi menjaga kesehatan tubuh.

Apalagi, berbagai penyakit yang disebutkan di atas tak jarang merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup, seperti pola makan yang tidak sehat dan tinggi lemak trans, serta tubuh yang kurang aktif karena gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle).

Berbicara soal tekanan darah tinggi, Anda barangkali sudah tahu bahwa kondisi ini bisa mengakibatkan penyakit yang lebih serius, yaitu stroke. Stroke yang diakibatkan oleh hipertensi merupakan jenis stroke hemoragik, alias stroke pendarahan. Penyebabnya adalah tekanan darah yang meningkat secara drastis dan tiba-tiba. Akibatnya, aliran darah kesulitan untuk mencapai ke otak dan pembuluh darah koroner.

Karena itu, konsumsi buah mengkudu dapat dijadikan solusi untuk membantu mencegah stroke dengan mengatasi salah satu penyebab utamanya, yaitu tekanan darah tinggi.

Kalau begitu, bagaimana ya cara mengolah buah mengkudu untuk membantu Anda mencegah hipertensi, sehingga menurunkan gejala stroke?

Cara Mengolah Buah Mengkudu

Anda barangkali beranggapan untuk apa repot-repot memikirkan cara mengolah buah mengkudu kalau sudah ada banyak produk dengan kandungan ekstrak buah mengkudu yang beredar di pasaran. Memang benar bahwa produk-produk tersebut, seperti suplemen, jauh lebih mudah dan praktis untuk dikonsumsi.

Akan tetapi, mengolah sendiri buah mengkudu jauh lebih hemat dan bahkan Anda bisa menjamin sendiri tingkat kebersihan selama proses pengolahannya. Terlebih, Anda juga bisa mencampur hasil olahan buah mengkudu dengan bahan herbal lainnya.

Salah satu cara mengolah buah mengkudu yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah adalah dengan membuat jus mengkudu. Bagaimana caranya?

  1. Jus buah mengkudu.

Jus buah mengkudu

Sebenarnya, Anda bisa membuat jus mengkudu hanya dengan menggunakan satu bahan, yaitu buah mengkudu. Hanya saja, karena aroma buahnya yang tajam dan menusuk, Anda bisa mengatasinya dengan menambahkan bahan lainnya. Misalnya dengan menambahkan buah apel. Dan untuk memberikan rasa manis yang rendah kalori dan tidak menimbulkan rasa mual, Anda Bisa tambahkan madu murni.

Langkah-langkah untuk membuatnya adalah sebagai berikut:

  1. Kupas dulu buah mengkudu segar dan sudah matang. Cara ini juga untuk membantu mengurangi baunya.
  2. Buang biji-biji buah mengkudu dan potong-potong.
  3. Kupas dan potong buah apel segar dan matang.
  4. Masukkan potongan buah mengkudu dan apel ke dalam blender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni, dan blender sampai halus.
  5. Setelah jus sudah sepenuhnya halus, matikan blender dan tuangkan ke dalam gelas. Segera minum.

Berbeda dengan kebanyakan jenis jus buah lainnya, jus buah mengkudu ini harus segera dikonsumsi. Selain itu, Anda juga perlu menyesuaikan porsinya karena jus buah mengkudu tidak dianjurkan untuk disimpan, bahkan di dalam lemari es sekalipun.

Pasalnya, jus buah mengkudu yang sudah tak lagi segar justru punya khasiat yang lebih sedikit dibandingkan jus yang baru saja dibuat. Karena itu, Anda perlu membuat jus buah mengkudu dalam takaran yang pas dan sesuai dengan jumlah orang yang akan mengonsumsinya.

Baca juga :

  1. Air perasan buah mengkudu.

perasan buah mengkudu

Cara mengolah buah mengkudu lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan meminum air perasan buah mengkudu. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Siapkan 1 buah mengkudu yang sudah matang, dengan tekstur agak lembek dan berair.
  2. Kupas kulit buah untuk mengurangi bau tajam khas mengkudu.
  3. Tusuk-tusuk daging buah menggunakan lidi, jumlah lidi secukupnya.
  4. Rendam buah mengkudu yang telah dikupas dan ditusuk-tusuk di dalam air yang sudah diberi sedikit garam. Diamkan selama kira-kira 1 jam.
  5. Angkat buah mengkudu yang sudah direndam, lalu cuci sampai bersih dan lumatkan/haluskan. Peras buah mengkudu yang telah dilumat di dalam kain bersih.
  6. Tampung air perasannya untuk diminum.

Idealnya, Anda perlu mengonsumsi air perasan buah mengkudu sehari sekali dengan takaran 1/3 gelas di malam hari, sebelum Anda tidur. Lakukan cara ini sampai tekanan darah Anda kembali normal, yang berarti risiko stroke juga jadi jauh lebih kecil.

Manfaat Buah Mahkota Dewa untuk Kesehatan

Di dalam dunia obat-obatan herbal, manfaat buah mahkota dewa sudah tak lagi asing, terutama di Indonesia. Sebelum-sebelumnya, buah mahkota dewa dikenal sebagai jenis obat alternatif herbal untuk penyakit diabetes. Hanya saja, seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat pun mengenal makin banyak lagi manfaat yang dimiliki oleh tanaman yang punya warna merah terang ini untuk melawan dan mengatasi penyakit lainnya, termasuk stroke.

buah mahkota dewa

Kalau begitu, apa saja ya manfaat buah mahkota dewa untuk kesehatan manusia? Untuk memahaminya lebih lanjut, yuk simak daftar dan penjelasannya berikut ini. Selamat membaca!

Manfaat Buah Mahkota Dewa

  1. Meredakan sakit kepala.

Sakit kepala memang bisa terasa begitu mengganggu, bahkan hingga menghambat aktivitas. Nah, jika Anda mengalami sakit kepala, Anda bisa mengatasinya menggunakan buah mahkota dewa. Hal ini dikarenakan adanya kandungan beberapa jenis bioaktif di dalam tanaman ini yang dapat bekerja sebagai senyawa analgesik alias pereda rasa nyeri.

Adanya kandungan analgesik ini juga jadi alasan mengapa buah mahkota dewa juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada tubuh.

  1. Mengobati flu dan batuk.

Manfaat buah mahkota dewa selanjutnya adalah untuk mengobati flu dan batuk, terutama karena adanya kandungan antioksidan di dalam tanaman tersebut. Dengan begitu, tanaman ini pun bisa meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh, sehingga tubuh bisa menyembuhkan diri dari batuk dan flu dengan segera.

  1. Sebagai antibakteri dan antivirus.

Keberadaan virus dan bakteri didalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan karena bisa menimbulkan infeksi. Sementara itu, buah mahkota dewa mengandung senyawa seperti alkaloid dan saponin yang memiliki karakteristik antivirus dan antibakteri, sehingga mampu menjaga tubuh terhindar dari infeksi dari dua jenis parasit tersebut.

  1. Menangkal radikal bebas.

Kehidupan di era modern yang penuh polusi ini dapat mengakibatkan tingginya risiko serangan penyakit mematikan seperti tumor dan kanker. Hal ini dikarenakan adanya radikal bebas yang terdapat pada polusi. Untuk menangkal dan menangkisnya agar tidak merusak tubuh, antioksidan pun dibutuhkan, dan kandungan ini bisa Anda temukan di dalam buah mahkota dewa.

  1. Meningkatkan vitalitas.

Bukan hanya sebagai antivirus dan antibakteri, rupanya kandungan saponin dan alkaloid di dalam buah mahkota dewa juga memiliki sifat afrodisiak, alias dapat membangkitkan gairah seksual. Karena itu, tanaman ini juga diyakini memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas, terutama pada pria.

  1. Detoksifikasi tubuh.

Adanya penumpukan zat-zat yang sudah tidak lagi berguna di dalam tubuh dapat membuatnya menjadi racun atau toksin yang pastinya berbahaya untuk kesehatan. Nah, toksin tersebut dapat dibuang alias didetoks dengan memanfaatkan buah mahkota dewa. Karena itulah jenis tanaman yang satu ini baik untuk mendetoksifikasi tubuh, serta mengatasi gejala keracunan.

  1. Mengatasi pengentalan darah.

Masalah atau gangguan pada pembuluh darah bisa mengakibatkan terjadinya pengentalan darah, yang bisa menghambat sirkulasi darah di dalam tubuh. Untuk mengatasi terjadinya proses pengentalan atau penggumpalan darah, Anda bisa memanfaatkan buah mahkota dewa yang memiliki kandungan saponin.

  1. Menurunkan kadar kolesterol jahat.

Salah satu manfaat buah mahkota dewa yang paling dikenal masyarakat adalah untuk mengatasi kadar kolesterol jahat yang tinggi. Seperti yang barangkali sudah Anda ketahui, kolesterol tinggi terjadi karena adanya penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Mirip seperti pengentalan darah, hal ini juga dapat menghambat sirkulasi darah di seluruh tubuh, yang bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung, serta stroke.

Baca juga: manfaat kencur

  1. Meredakan gejala alergi.

Selain bersifat analgesik, antivirus, dan antibakteri, buah mahkota dewa juga bersifat antihistamin, yang bisa membantu tubuh Anda meredakan gejala alergi. Lewat kandungan senyawa polifenol yang terdapat pada tanaman yang satu ini, produksi histamin oleh tubuh pun bisa dicegah. Histamin sendiri merupakan menyebab munculnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan, ruam, gatal, pembengkakan, rhinitis, dan bahkan kesulitan untuk bernapas.

  1. Menurunkan risiko serangan penyakit kardiovaskular.

Kandungan antioksidan di dalam buah mahkota dewa dinilai berada dalam jumlah yang tinggi, sehingga diyakini bukan hanya mampu menangkis radikal bebas, tapi juga menurunkan risiko serangan penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung koroner. Mirip seperti cara kerjanya dalam membantu menurunkan kolesterol, tanaman yang satu ini juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara yang sama.

  1. Meredakan gejala asam urat.

Sakit asam urat bisa menimbulkan rasa sakit pada beberapa titik sendi tubuh yang luar biasa. Nah, karena buah mahkota dewa juga dapat bekerja sebagai pereda nyeri, rasa nyeri pada sendi yang diakibatkan oleh serangan asam urat pun dapat diatasi. Meski demikian, manfaat buah mahkota dewa juga dapat menurunkan kadar asam urat, lho!

  1. Membantu mengontrol diabetes.

Satu lagi manfaat buah mahkota dewa yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, yaitu untuk membantu penderita diabetes mengontrol penyakitnya. Pasalnya, konsumsi buah mahkota dewa telah menunjukkan hasil yang efektif dalam mengendalikan kadar gula di dalam darah, sehingga bisa membantu penderita diabetes dalam menjaga kondisinya agar tidak jadi semakin parah. Baca juga: dr laser untuk diabetes

Nah, itulah beragam manfaat buah mahkota dewa yang telah banyak dikenal masyarakat dan sudah dibuktikan. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda, ya!

Penting Mengetahui Kadar Gula Darah Normal Pada Ibu Hamil

Kadar gula darah normal pada ibu hamil – Penyakit diabetes yang biasanya sering dikeluhkan orang tua nyatanya juga berpotensi besar diderita oleh seorang ibu hamil. Uniknya, biasanya kasus diabetes ini tidak pernah terdeteksi sebelum masa kehamilan bahkan para ibu hamil biasanya tidak memiliki riwayat penyakit yang serupa.

Biasanya saat masa kehamilan berlangsung, kadar gula pada ibu hamil akan melonjak drastis. Dalam dunia kesehatan, gangguan kesehatan dimana kadar gula darah melambung tinggi dikenal dengan istilah diabetes dan tidak sekedar membahayakan ibu melainkan juga janin yang sedang dikandung.

Cegah Diabetes Gestasional dengan Mengetahui Kadar Gula Darah Normal Pada Ibu Hamil

Pada ibu hamil kadar gula darah tinggi disebut dengan diabetes gestasional yang diakibatkan oleh hormon pada saat masa kehamilan. Hormon yang dihasilkan plasenta disebut sebagai salah satu hormon yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ini. Dimana hormon tersebut akan menghambat kinerja insulin di dalam tubuh.

Beberapa hormon plasenta ini ialah seperti hormon estrogen, kortisol, laktogen plasental human, prolactin dan hormon progesteron. Selain gangguan hormon tersebut, faktor penyebab diabetes pada bumil lain ialah karena produksi insulin saat masa kehamilan tidak mencukupi kebutuhan ibu dan janinnya.

Biasanya kadar gula akan kembali normal setelah proses persalinan selesai. Akan tetapi, tetap ada sebagian kasus dimana kondisi ini menetap dan bahkan sulit diatasi. Untuk itu, sangat penting dilakukan pemeriksaan kadar gula darah normal pada ibu hamil.

Pemeriksaan Kadar Gula Darah Normal Pada Ibu Hamil

Perlu diketahui, kadar gula darah pada ibu hamil biasanya akan berubah dan meningkat secara cepat  karena beberapa faktor penyebab di atas. Maka dari itu, penting melakukan pemeriksaan pada dokter untuk mengetahui secara pasti pergerakan kadar glukosa saat masa kehamilan.

Biasanya dokter akan meminta calon ibu untuk tes urine, jika ditemukan kandungan glukosa maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah peningkatan tersebut diakibatkan oleh peningkatan kadar gula darah atau disebabkan oleh gangguan pada fungsi ginjal yang menurun saat masa kehamilan.

Pada umumnya wanita yang memiliki riwayat diabetes pada anggota keluarga, pernah melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4 kg, hamil pada umur di atas 35 tahun dan hamil dengan air ketuban berlebih dikatakan lebih berpotensi terkena diabetes melitus gestasional.

Baca juga :

Cara Mengatasi Diabetes Gestasional Pada Bumil

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, maka ancaman diabetes pada masa kehamilan ini bisa distabilkan. Anda perlu melakukan upaya khusus agar kondisi kesehatan tidak terganggu dan terhindari dari komplikasi diabetes melitus gestasional saat hamil. Berikut ini beberapa cara mudah yang bisa diupayakan:

  • Pastikan untuk menjaga kadar gula darah sehingga tetap dalam kondisi normal dengan membatas diri untuk tidak mengkonsumsi makanan yang menjadi pantangan penderita diabetes.
  • Cara tepat ialah dengan melakukan pemeriksaan rutin pada dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih menyeluruh.
  • Coba untuk lakukan diet diabetes dengan cara konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda.
  • Olahraga secara rutin dengan bantuan para ahli juga menjadi cara tepat untuk menstabilkan gula darah saat masa kehamilan.
  • Pastikan untuk tidak menggunakan obat-obatan penurun kadar gula dalam bentuk pil karena hal ini akan membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya. Suntik sulin dari dokter ataupun menggunakan obat herbal bisa menjadi beberapa cara mudah untuk memperoleh kadar gula darah normal pada ibu hamil.